Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

TABARUK

Sabtu, 09 Februari 2013

Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku melaksanakan shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. (QS Maryam (19):31)
Tabaruk berarti mengharap keberkahan pada orang suci atau benda-benda yang berhubungan dengan orang suci itu. Kebiasaan ini sudah lama menghilang karena orang-orang modern menganggapnya sebagai tindakan yang mengarah pada kemusrikan. Dan biasanya, kondisi ini berlaku di lingkungan pesantren, atau masyarakat yang masih memegang kuat tradisi kepesantrenan.
Dulu, ketika orang-orang masih berpikir sederhana, tabaruk biasa dilakukan, misalnya, segera setelah seorang kiai berceramah, segerombolan santri berebut mencium tangannya, mengambil sisa air minumnya (untuk diminum atau diusapkan ke embun-embun), atau sekadar menciumi aroma minyak wangi sang kiai. Bila mereka ditanya untuk apa, jawabannya agar kecipratan kesalehan yang dimiliki kiai, atau agar ilmunya menempel walau sedikit, sementara yang lain biasanya mengatakan , “Agar hidup ini penuh keberuntungan”,
Tabaruk adalah kegiatan mengharap berkah, sedangkan berkah bermakna bertambahnya kebaikan dan kemanfaatan dari sesuatu. Bila suatu benda memiliki 5 kebaikan, benda itu menjadi berkah ketika nilai kebaikannya menjadi 10 atau 100. Diri ini memiliki potensi kesalehan, keilmuan, atau keberuntungan rezeki, namun dalam ukuran yang masih terbatas (bisa dihitung dengan jari). Melalui kegiatan tabaruk, ada harapan bahwa potensi-potensi terbatas itu akan mengembang menjadi berlimpah.
Kenapa harus memburu berkah kepada orang suci. Ya, karena mereka memiliki kesalehan dan ilmu, sama dengan memiliki cahaya yang berpendar-pendar, atau sama seperti sebuah sumber minyak wangi. Siapa yang menyentuhnya, aroma minyak wanginya akan menempel dan terbawa hingga beberapa hari.
Kegiatan serupa sebenarnya sering kali terjadi atau berlangsung di kalangan anak-anak ABG, misalnya ketika selebriti datang ke kotanya, atau begitu mereka berdekatan dengan selebriti, para ABG akan mendekati seleb itu untuk sekadar menyentuh tangannya, ingin foto bareng. Tujuannya tiada lain berharap kecipratan keren dan lain sebagainya. Lalu tangan yang pernah menyentuh tangan selebritis itu akan terasa berharga, telah ikut menjadi bagian dari ketenangan seorang seleb walaupun hanya beberapa detik. Inilah tabaruk ala ABG.
Tentu saja dua tabaruk ini berbeda. Para santri berebut tabaruk karena kekaguman pada kualitas rohani (kesabaran, ketangguhan dalam iman, kesalehan, keimanan, dan kualitas spiritual lainnya), sedangkan sebagian ABG mengharapkan kualitas fisikal saja.
Tabaruk lebih condong kepada mendapat kebaikan orang shaleh.
Copy from: The Secret mengungkap segala rahasia hidup for Teens, Bambang Q-Anees .2009.


ADAB BERDOA

Jumat, 01 Februari 2013
  1. Dilakukan pada waktu yang mulia, seperti : Arafah, bulan Ramadhan, sewaktu Sahur, Jum’at.
  2. Dilakukan dalam keadaan berhikmat, seperti:  waktu sujud, ketika hati tenang dan bersih dari gangguan setan.
  3. Dilakukan dengan menghadap kiblat dengan disertai mengangkat kedua tangan.
  4. Merendahkan suara.
  5. Memakai bahasa yang sederhana, sebagai ujud kerendahan diri.
  6. Merendahkan diri dan menundukan hati.
  7. Meyakini doanya pasti terkabul, tidak kecewa dan gelisah apabila doanya belum dikabulkan.
  8. Mengulang doanya sampai tiga kali, dengan penuh keyakinan.
  9. Mulai doa dengan menyebut nama Allah. 
  10. Melakukan doa sebelum melakukan nya, menghadap Allah dengan sepenuh jiwa, makan minum dan berpakian yang halal.
  11. Dengan mengikuti petunjuk Imam Ghazali di atas, semoga seluruh doa kita selalu dipedulikan Allah yang Maha Pemurah. Amin. Dan marilah kita terus menerus tanpa jemu, memanjatkan doa kepada-Nya.  
 Sumber : 40 SENI HIDUP BAHAGIA berdasarkan Tuntunan al-Qur’an, as-Sunnah dan Salafush shalih, Prof Dr H Nasaruddin Umar M A. 2005.

                                                                                                                                                                       

RINGKASAN RAHASIA HIDUP



Di bawah ini merupakan ringkasan rahasia hidup yang penulis ambil diantaranya:
  • Hidup ini memiliki banyak rahasia.  Bila hidupmu susah terus atau impiannmu tak tercapai, itu semua karena kamu tak tahu rahasianya.  Bila kamu menemukan rahasianya, semuanya akan dengan mudah didapatkan.
  • Rahasia  itu seperti chit dalam  sebuah game . Tanpa chit,  semua peralatan harus didapatkan dengan susah payah.  Begitu  chit  ditemukan, dengan usaha yang tak begitu payah, semuanya akan muncul.
  • Carilah  chit  itu, persis seperti Aladin mencari lampunya yang hilang.  Salah satunya dengan menggunakan  chit dari buku ini. Semua  chit  dapat berfungsi dengan benar karena Tuhan menciptakan kamu dan alam semesta ini dengan cinta.  Atas nama cinta, kamu diciptakan. Kamu dan siapa pun manusianya, begitu dicintai Allah .  Jadi, pastilah apa pun yang kamu inginkan akan di berikan-Nya.  Namun ada syaratnya.
  • Sayangnya, syarat itu sering kamu  lewatkan.  Kamu sering merasa putus asa sebelum berusaha, malas atau tidak percaya sebelum berusaha, malas atau tidak percaya pada keajaiban.  Semua itu diciptakan iblis atau setan.  Merekalah yang membuatmu tidak berdaya.
  • Lawanlah kecendrungan untuk menunda, malas atau takut membangun impian.
  •  Begitu manusia gagal, setan dan iblis tertawa senang. Relakah kamu ditertawakan saat kamu sedang gagal dan putus asa?  Kalu tidak rela, lawanlah dengan terus-menerus menunjukan keberhasilan dalam hal apapun.
Sumber :  
The Secret  MENGUNGKAP SEGALA RAHASIA HIDUP FOR TEENS, Bambang Q-Anees 2009.

ORANG YANG PANDAI BERSYUKUR


Orang yang pandai bersyukur menunjukan bahwa ia adalah orang yang bijak.  Sedangkan orang yang bijak menunjukan bahwa dia orang yang memiliki pemahaman mendalam.  Dan orang yang memiliki pemahaman mendalam menunjukan bahwa ia telah makan asam garam kehidupan.
                Dalama konteks agama, ia bukan hanya orang yang bisa berteori di dalamnya, melainkan telah menjalani agama itu sendiri dengan sepenuh hati.  Ia telah ‘bertemu’ Allah dalam setiap aktivitas kehidupannya.
                Bagaimana seseorang bisa bersyukur, kalau ia tidak pernah ‘bertemu Allah’.  Kepada siapakah ia bersyukur jika ia tidak paham bahwa Allah-lah Tuhan semsesta alam.  Bahwa Allah-lah yang telah memberinya kenikmatan itu.  Baik berupa kesehatan, harta, kedudukan, ilmu pengetahuan, dan berbagai macam kenikmatan lainnya.
                Orang yang bisa bersyukur adalah orang yang telah melewati masa-masa kritis dalam keimanannya, dalam ketakwaannya.  Ia telah ditempa kehidupan, yang memberikan kesimpulan bahwa hidup ini ternyata milik Allah,  bukan miliknya.  Karena itu, ia mensyukuri segala nikmat yang diperolehnya, sebab ia tahu persis bahwa semua itu semata-mata pemberianNya..! Maka, orang yang demikian ini sangat pantas tinggal di Surga.
Sumber: Ternyata Akhirat Tidak Kekal, Agus Mustofa 2004.

Wali Songo atau Wali Sembilan dari Masa ke Masa

Selasa, 26 Juni 2012
sumber: http://tribas.wordpress.com/category/sejarah-agama/
Dengan menyebut nama-Mu yang terindah ya Rab, Duhai Dzat yang selalu menyertai kami.
Readers..
Berikut ini merupakan sekelumit dari salah satu banyaknya cerita mengenai perjalanan para Penyebar Kedamaian yang berada dan hidup serta berkehidupan beberapa lamanya di Bumi dan Lautan Nusantara ini. Merekalah yang dikenal dengan nama atau sebutan Wali (Wali Songo) atau juga biasa dikenal dengan panggilan Kanjeng Sunan atau Kanjeng Wali.
Menurut sejarah yang diceritakan dari generasi ke generasi, dikenal dengan sebutan Wali sembilan atau Wali Songo. Namun pada kenyataannya, dalam perjalanan kehidupan seseorang, ditemukan adanya Wali yang lain. Sedemikian rupa jumlah Wali Songo atau Wali Sembilan ini tidak lagi Sembilan, bahkan lebih.
Namun, jumlah Dewan atau Majlis Wali adalah tetap dipertahankan berjumlah sembilan orang, sehingga Wali Songo adalah tetap Wali Songo atau Wali Sembilan. Silih berganti bergiliran mengantikan Wali yang sebelumnya untuk tetap berjumlah sembilan.
Dalam catatan kehidupan saya, saya mengenal adanya Lima masa atau periode Wali, yang di profilkan perorangan (yang ada pada catatan saya) secara singkat sebagai berikut:
PERIODE PERTAMA PARA WALI
Sunan Maulana Malik Ibrahim
Kenegaraan Turki
Spesialisasi Tata Negara
Meninggal di Gresik-Jawa Timut, 1419 M

20 Amalan Untuk Cepat Kaya

Rabu, 20 Juni 2012



http://i262.photobucket.com/albums/ii108/hikmahurut/rezeki.jpg

Amalan-amalan ini menjadi sebab Allah limpahi hamba-Nya dengan keluasan rezeki dan rasa kaya dengan pemberian-Nya. Berdasarkan konsep rezeki yang telah diperkatakan, Allah memberi jalan buat setiap hamba-Nya untuk memperolehi rezeki dalam pelbagai bentuk yang boleh menjadi punca kebaikan dunia dan akhirat. Di antaranya:

1.   Menyempatkan diri beribadah-Allah tidak sia-siakan pengabdian diri hamba-Nya, seperti firman-Nya dalam hadis qudsi:
      "Wahai anak Adam, sempatkanlah untuk menyembah-Ku maka Aku akan membuat hatimu kaya dan menutup kefakiranmu. Jika tidak melakukannya maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak menutup kefakiranmu.” (Riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abu Hurairah r.a.)

TANDA-TANDA TERKENA ILMU HITAM, KESURUPAN DAN GANGGUAN JIN

Sabtu, 16 Juni 2012
 

LIBRARI Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger